
Ngabuburide Ramadhan Hadir di Sirkuit Mandalika – Bulan Ramadhan selalu identik dengan berbagai kegiatan positif menjelang waktu berbuka puasa. Salah satu aktivitas yang semakin populer di kalangan pecinta otomotif adalah ngabuburide, yaitu berkendara santai bersama komunitas sambil menunggu azan magrib. Tahun ini, suasana ngabuburide terasa semakin istimewa karena digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit, atau yang lebih dikenal sebagai Sirkuit Mandalika.
Sirkuit yang terletak di kawasan Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat ini biasanya menjadi tuan rumah ajang balap internasional. Namun, kehadiran event Ngabuburide Ramadhan memberikan warna berbeda. Arena balap berstandar dunia ini dibuka untuk masyarakat dan komunitas otomotif yang ingin merasakan sensasi berkendara di lintasan profesional dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antaranggota komunitas motor maupun mobil. Dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan ketertiban, ngabuburide di Sirkuit Mandalika menghadirkan pengalaman unik yang jarang bisa dirasakan oleh masyarakat umum.
Sensasi Berkendara di Lintasan Berstandar Internasional
Sirkuit Mandalika dikenal luas sebagai salah satu kebanggaan Indonesia di kancah otomotif dunia. Lintasan ini pernah menjadi tuan rumah ajang balap bergengsi seperti MotoGP dan World Superbike Championship. Dengan panjang lintasan lebih dari empat kilometer dan tikungan yang menantang, sirkuit ini menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda dibanding jalan raya biasa.
Dalam event Ngabuburide Ramadhan, peserta tidak dituntut untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi seperti saat balapan resmi. Sebaliknya, kegiatan ini lebih menekankan pada riding santai, tertib, dan aman. Peserta diberi kesempatan mengelilingi sirkuit dalam beberapa sesi dengan pengawasan ketat dari panitia dan petugas keamanan.
Sebelum memasuki lintasan, setiap peserta diwajibkan mengikuti briefing keselamatan. Penggunaan helm standar, perlengkapan berkendara yang sesuai, serta pengecekan kendaraan menjadi prosedur wajib. Hal ini penting untuk memastikan kegiatan berlangsung tanpa insiden.
Bagi banyak peserta, kesempatan menjajal lintasan yang biasa digunakan pembalap internasional menjadi pengalaman tak terlupakan. Mereka dapat merasakan kualitas aspal, lebar trek, serta tikungan khas Mandalika yang selama ini hanya terlihat di layar televisi. Sensasi ini tentu menjadi daya tarik utama yang membuat event ngabuburide semakin diminati.
Selain riding di lintasan, area paddock juga dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul komunitas. Di sana, peserta bisa berbagi cerita, memamerkan modifikasi kendaraan, hingga berfoto bersama dengan latar belakang sirkuit megah. Suasana yang tercipta terasa hangat dan penuh kebersamaan, sesuai dengan semangat Ramadhan.
Memperkuat Komunitas dan Pariwisata Lokal
Ngabuburide Ramadhan di Sirkuit Mandalika bukan sekadar kegiatan otomotif, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi. Event ini mempertemukan berbagai komunitas dari dalam maupun luar daerah. Interaksi tersebut memperkuat solidaritas dan memperluas jaringan pertemanan.
Bulan Ramadhan sering dimaknai sebagai momen untuk mempererat tali silaturahmi. Melalui kegiatan ini, nilai kebersamaan semakin terasa. Setelah sesi riding selesai, peserta biasanya melanjutkan dengan buka puasa bersama. Momen ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi dan memperkuat rasa persaudaraan.
Dari sisi pariwisata, kegiatan ini turut menghidupkan kawasan Mandalika. Kehadiran peserta dan pengunjung memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, seperti hotel, restoran, hingga pedagang UMKM. Event otomotif yang dikemas santai dan religius ini menunjukkan bahwa sirkuit tidak hanya berfungsi sebagai arena balap, tetapi juga ruang publik yang inklusif.
Pengelola sirkuit juga melihat kegiatan seperti ngabuburide sebagai upaya mendekatkan fasilitas bertaraf internasional kepada masyarakat. Dengan membuka akses secara terbatas dan terkontrol, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat keberadaan sirkuit tersebut.
Selain itu, event ini turut mengedukasi peserta mengenai pentingnya keselamatan berkendara. Dengan merasakan sensasi berkendara di lintasan khusus, diharapkan para pengendara semakin sadar bahwa balapan atau kebut-kebutan sebaiknya dilakukan di tempat yang semestinya, bukan di jalan umum.
Kegiatan ngabuburide juga menjadi contoh bahwa komunitas otomotif dapat menghadirkan aktivitas positif selama Ramadhan. Alih-alih melakukan kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban, komunitas justru berkumpul dalam suasana yang tertib, aman, dan bermanfaat.
Dengan pengelolaan yang baik, event seperti ini berpotensi menjadi agenda tahunan. Kombinasi antara olahraga otomotif, wisata, dan nuansa religius menjadikannya konsep yang menarik serta relevan dengan budaya masyarakat Indonesia.
Kesimpulan
Ngabuburide Ramadhan di Sirkuit Mandalika menghadirkan pengalaman unik bagi pecinta otomotif. Menggabungkan sensasi berkendara di lintasan berstandar internasional dengan suasana kebersamaan khas bulan suci, event ini menjadi momen yang dinantikan banyak komunitas.
Selain memberikan hiburan dan pengalaman berharga, kegiatan ini juga berdampak positif bagi pariwisata dan perekonomian lokal. Dengan tetap mengutamakan keselamatan dan ketertiban, ngabuburide di Sirkuit Mandalika menunjukkan bahwa dunia otomotif dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai kebersamaan dan semangat Ramadhan.